info film

Film Jendral Soedirman, Mengecewakan

Jenderal-SoedirmanSetelah menonton film Soedirman saya langsung membuat posting ini, saya mau mengulas film yang berdurasi kurang lebih 2 jam ini dari pandangan saya pribadi.
Jendral Soedirman, siapa yang tidak mengenal sosok Pahlawan Indonesia satu ini, Namanya begitu besar sehingan dibuat menjadi nama jalan protokol di seluruh indonesia. Memang tidak banyak yang mengetahui sosok Jendral Soedirman yang seutuhnya maka dari itu saya sangat penasaran dengan filmnya yang berjudul Jendral Soedirman. Saya banyak sekali memberi catatan untuk film ini. ini dia lets cekdauat!

1. Jalan Cerita
cerita film ini sendiri menceritakan perang gerilya yang di pimping oleh Jendral Soedirman sendiri pada saat belanda melakukan agresi militer ke2. di sini ceritanya sangat sempit sekali, kalau kita membaca wikipedia tentang jendral soedirman pada bagian perang gerilya-nya kita tidak perlu menonton film ini karna 90% sama dengan yang ada di wiki. penonton harusnya mendapatkan lebih cerita pada saat peran gerilya dengan menonton film ini dibandingkan namun kenyataannya tidak seperti yang diharapkan.

2. Akting
untuk penokohan saya tidak banyak catatan karna, sosok jendral soedirman tidak banyak kita dapat ketahui lantaran literatur atapun video tidak ada yang menggambarkan hal tersebut. hanya foto foto yang bisa kita lihat di internet itupun foto dengan kualitas yang kurang baik. mungkin orang terdeket jendral soedirman yang bisa menggambarkan bagaiamana cara dia berjalan, berbicara dan lainnya. dan saya rasa saya tidak bisa memberi penilaian seberapa baik adipati dolken memerankan sosok seorang Jendral Soedirman.

3. Detail
disini letak kelemahan film indonesia yang masih sangat terlihat, hal yang detail masih saja menjadi suatu yang kerab menjadi kekurangan. memang perlu usaha yang lebih untuk bisa membuat film dengan detail yang sang tinggi. dan saya memberi penilaian film Jendral Soedirman masih sangat kurang, apalagi untuk animasi, kenapa harus memasukan animasi yang tidak bisa membuat film menjadi lebih baik malah membuat film menjadi kurang baik.
tentara belanda, rata rata kebanyakan diperankan orang timur. saya tidak tau mengapa. lalu saya rasa pemakaian jummlah prajurit di film ini terlalu sedikit. detail masih menjadi kendala!

4. Tokoh
Seperti judulnya Jendral Soedirman, harusnya film ini lebih menonjolkan sosok Seorang Jendral Soedirman, bagaimana dia memimping prajurit, bagaimana dia begitu di kagumi oleh para anak buahnya, bagaimana dia sangat begitu di hormati hinggan menjadi seorang Jendral yang namanya begitu besar di Indonesia. kebanyakan yang saya dapat malah Jendral soedirman di film ini hanyalah jendral memimpin peran gerilya dengan sakit dan walaupun sakit masih saja suka merokok. mengecewakan sekali. kita butuh pengambaran yang lebih baik di bandingkan hal itu. bukan itu saja dalam 120 menit kurang lebih durasi film ini sosok jendral soedirman hanya muncul kurang lebih 50% nya, para penonton mungkin lebih mengigat prajurit lucu yang saya lupa namanya. para penonton pastinya akan membawa pulang cerita prajurit lucu itu ketimbang jendral soedirman itu sendiri untuk di ceritakan ke orang lain. itu pendapat pribadi saya.

pada saat saya menonton banyak sekali tentara yang nonton bareng, mungkin setengah penonton di dalam bioskop itu sendiri adalah para tentara, harusnya film ini memang membuat para orang yang menonton menjadi bangga dan rasa nasioalismenya menjadi tinggi akan adanya tentara nasional Indonesia dan Jendralnya yang melegenda Jendral soedirmana. namun saya tidak mendapatkan itu.
saya membandingkan dengan film american sniper, di film itu saya priibadi rasa nasiolisme menjadi kuat sekali dan sangat bangga sekali dengan tentara amerika yang berjuang di medan perang. harusnya film ini bisa membuat rasa bangga tersebut, bangga terhadap tentara nasional indonesia. (bukan lantran itu film hollywood ya :d )
fyi film soedirman ini di kota palembang hanya tanyang di bioskop internasioal plaza yang kalau dibilang bioskop pilihan terakhir, bioskop yang banyak dipilih masryakat kota palembang tidak ada yang menayangkan film ini. berarti film ini di mata Indonesia sendiri tidak mempunnya kualitas yang setara film luar, begitu mengecewakan.

ok demikian sekilas info sampai juma di info selanjutnya.

SocialTwist Tell-a-Friend

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *