info

Review Film The Grey

Sekilas info kali ini akan menceritakan film yang berjudul The Grey, film yang dibintangi oleh Liam Neeson ini ternyata tak sebagus film-film Liam Neeson lainnya seperti Taken, Schindler List, ataupun The A Team. Saya sudah berfikir kalau Liam Neeson yang jadi pemain utama maka film tersebut akan bagus namun lain untuk film Liam Neeson kali ini yang berjudul The Grey. Untuk itu langsung saja ini dia ceritanya, lets cekedaut!

Film The Grey ini menceritakan perjuangan hidup Ottway (Liam Neeson) dan teman temannya yang selamat dari kecelakaan pesawat terbanng. Mereka berdelapan dihdapkan dengan tempat yang sangat dingin dengan ketersediaan makanan yang sedikit, namun bukan itu yang paling mereka takutkan melainkan serangan serigala yang akan membunuh mereka. Mereka berdelapan akhirnya mencoba mencari jalan keluar dengan berjalan kearah barat dan tentunya mencoba menghindari para rombongan serigala tersebut.

namun diperjalanan mereka tersebut satu demi satu dari berdelapan tersebut meninggal karena serangan serigala, namun mereka sedikit terbantu karena ottway yang seorang pemburu serigala dapat untuk mencoba melawan serigala tersebut jika menyerang. Namun segalanya menjadi percuma karena para teman2nya satu persatu meninggal bukan hanya karena serigala saja namun juga ketidakmampuan mereka berjalan lagi karena sakit.

Hingga akhirnya tinggal Ottway sendiri yang masih hidup, tapi tidak disangka dia masuk kedalam markas serigala tersebut hingga akhirnya ottway berhadapan sendiri dengan ketua pejantan serigala tersebut. Tidak diceritakan bagaimana akhirnya keadaan ottway, apakah hidup atau mati yang jelas ottway telah mengubur segala dompet teman-temannya yang telah tiada dan juga surat ottway sendiri untuk kekasihnya.

Film The Grey ini menurut saya film Liam Neeson yang paling rendah nilainya dibandingkan film Liam Neeson lainnya, saya juga sempat tertidur sebentar pada saat nonton film ini. Kalau kasih penilaian saya kasih nilai 6 deh buat film ini, mungkin karena ceritanya kurang kuat. Bagai yang masih penasaran bisa nonton deh film ini!
Selamat menonton!

watch docu mentaries online

SocialTwist Tell-a-Friend

2 thoughts on “Review Film The Grey

  1. Bagi pecinta film action mungkin film the grey yang dibintangi Liam Neeson kali ini kurang menarik. Namun dari sudut pandang saya yang kebetulan menyukai film-film emosional yang kaya akan values dan pemikiran mendalam, baru film inilah yang membuat saya sangat terguncang.
    Bila boleh ikut berpendapat, sang pengarang film, maupun pencipta fim dan sutradara dan aktor The Grey ini sangat mampu menyentuh emosi maupun belief seseorang. Bila disimak, sepanjang film ini tidak diiringi oleh musik latar atau pun instrumen (biasanya pada film barat diiringi musik orchestra classic) sekalipun. Hal ini membuat suasan film terasa lebih riil da mencekam. selain percakapan para aktor, latar belakang suara adalah desiran angin, auman serigala, dan suara alam lainnya yang membuat film ini semakin membawa kita pada situasi sesungguhnya.
    The Grey sangat membuat terperanjat dan membuat kita bercermin, ada bagian dalam cerita dalam The Grey yang mana ia mampu membalikkan rasa subjektif manusia kita agar kembali kepada fakta. Diceritakan dari antara 8 orang tokoh yang selamat dari jatuhnya pesawat, salah satunya menjadi peran antagonis yang berperan sangat susah diatur dan sangat menyebalkan, namun menjelang akhir cerita justru memutar balikkan penilaian kita kepada sang tokoh antagonis tersebut, yang mana justru dialah yang paling objektif dalam melihat kenyataan bahwa mereka akan segera menghadapi kematian dan berpasrah diri. Seringkali oleh karena kita tidak menyukai seseorang secara subjektif, kita tidak mampu melihat sudut pandang maupun rasionalitas objektif dari orang yang tidak kita sukai, padahal ternyata orang tersebut juga memiliki pemikiran ataupun pendapat yang benar dan bijaksana.
    Dalam The Grey juga ada adegan yang sangat mengguncang dan menyentuh emosi kita, saat dimana tokoh utama menjerit dan berdoa dengan kuatnya namun tidak ada apapun yang terjadi. Disitulah muncul insight bahwa kedaulatan Tuhan begitu besar, dan sikap kepasrahan diri tertinggi untuk menghadapi kematian adalah sesuatu yang sangat berat dan menguji apakah kita masih akan tetap mengasihi Tuhan apapun keadaan kita.
    Masih juga dengan salah satu scene dalam The Grey yang mana pada akhir cerita diperlihatkan kerinduan tokoh utama (ottway) pada kekasihnya yang ternyata pada kilas balik ingatannya sang kekasih sedang sakit. Dalam film tidak diceritakan apakah pada saat ottway menghadapi perjuangan hidup di tengah salju dan serigala tersebut, saat sang kekasih telah sehat, masih sakit, atau bahkan telah meninggal. Namun sungguh sangat mengharukan apabila begitu kuatnya semangat Ottway untuk menghadapi praha apabila ternyata sang kekasihnya yang sudah meninggal menjadi alasan ia untuk tetap bertahan.
    Akhir cerita yang tidak diselesaikan juga membuat film ini semakin menarik karena kita sebagai penonton dapat memiliki berbagai imajenasi akan akhir cerita.
    Film The Grey, bila diistilahkan dapat dinyatakan sebagai ‘film yang menggetarkan’. Setelah menyaksikan film The Grey, tertinggal getar akan suatu yang sangat mencekam dan menyakitkan, bahwa sebagai seorang manusia seringkali kita dihadapkan pada kondisi terperangkap. benar2 terperangkap dan di akhir cerita sempat membuat ‘down’. Hal ini kembali membawa perenungan bagi kita untuk bersikap pasrah dan mau menerima kedaulatan yang maha kuasa.
    Meskipun film ini tidak diangkat dari kisah nyata, namun apa yang dialami Ottway dan rekannya dalam The Grey, sangat mungkin terjadi dan dialami oleh sebagian manusia di dunia ini, yang mengalami kecelakaan dan terdampar, korban-korban maupun tentara peperangan, dan kejadian lainnya.
    Suatu gambaran situasi nyata yang dibukakan kepada mata dan pikiran kita.
    Demikianlah panjang lebar komentar saya atas film ini, terimakasih untuk tempat berbagi disini 🙂

    Reply

  2. Menurut saya film the grey ini sangat bagus,ya lagipula saya itu penyuka serigala,saya sering menonton serigala di film twilight,dan film the grey ini menurut saya bagus karena pembuatan nya yg begitu sulit,yaitu tempat,karna apa karna tempat nya sulit,saya juga liat di google kalau serigala nya itu adalah robot,jadi membutuhkan biaya yg besar untuk membuatnya,ya memang kisah film the grey ini menyedihkan dan menegangkan,tapi yg membuat saya kecewa ada di sesi terakhirnya di saat john ottway melawan pemimpin serigala(ALPHA)saat itu kita tidak tahu bahwa ottway akan mati atau tidak,tapi sekali lagi saya me ngecek di google,bahwa ottway tidak mati,karna dia kan berbekal pisau,dan botol kaca yg dipecahkan jadi saya perkirakan bahwa ottway akan selamat,sekian dari saya penggemar film yg berbau serigala

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *