Selamat datang di blognya trendygalih

Misi Gila Bersepeda 80 Km!

Mungkin Judul postingan ini bisa disebut juga dengan Misi Bunuh Diri dengan Bersepeda karna apa, karena yang kami (Trendy Galih, Safran Rahmatullah, dan Yusuf Chandra) lakukan adalah dengan melewati jalan lintas provinsi yang penuh dengan lalu lintas mobil-mobil besar seperti truk dengan jarak kurang lebih sejauh 80 Km dan itu dilakukan dengan cara bersepeda. Mau tau bagaimana kami bisa melewatinya dan sampai dirumah dengan selamat, langsung saja ini dia lets cekedaut!

Banyak yang bilang kalau yang kami lakukan ini adalah nekat, tapi bagi kami bertiga ini adalah misi yang harus bisa di lakukan sebelum wisuda dilaksanakan. Hanya dengan briefing apa adanya pada malam hari sebelum esok akan di eksekusi, maka tepat pada tanggal 19 Januari 2012 kemarin kami mengeksekusi misi tersebut yang kami beri nama Tour De Layo.

Tepat pada pukul 06.30 bertempat di rumah saya (trendy galih) di jalan km 3,5 palembang saya, safran, dan ucupĀ  memulai tour de layo dengan rute palembang – Inderalaya (Kampus Universitas Sriwijaya) – Palembang. Tentunya dengan doa yang kami panjatkan terlebih dahulu, Jangan ada yang gagal wisuda karna gara-gara misi ini. Dan Gowes pun di mulai.

Semangat masih poll waktu awal start menuju pit stop pertama kita di kertapati, di sebuah mini market alfamart.

Dan masih tetap penuh percaya diri ketika sampai di pit stop kedua di jembatan sungai bening (sebutan kami).

Mulai terasa mau pingsan ketika sampai di pit stop ketiga di tempat gorengan Indomaret Palem Raya. dan ada kendala sedikit di sepeda ucup yang membuat perjalanan agak melambat, namun bisa diatasi.

Dengan Penuh perjuangan akhirnya kami bertiga sampai di rumah makan SEDERHANA persis di samping kampus universitas sriwijaya pada pukul 10.05, dan menjadi tempat peristirahatan kami yang lumayan lama sambil menikmati makan siang bersama. Penuh dengan rasa tidak percaya kami bertiga sampai di tujuan dengan waktu kurang lebih 3,5 jam perjalanan.

Hanya beristirahat satu jam kami lanjut untuk mengeksplore luasnya kampus universitas sriwijaya yang merupakan kampus terluas di asia tenggara. Kami menjelajahi banyak tempat yang ada di kampus unsri inderalaya yang selama kami kuliah tidak pernah kami datangi, dan kali ini kami datangi dan takjub banyak bangunan besar dan megah yang ternyata sudah jadi namun pembangunannya kami tidak pernah liat dan kami sadari. Menjelajahi kampus unsri inderalaya ternyata membuat teman kami safran menjadi sangat terkuras tenaganya (tededeh). Hingga kami perlu mengumpulkan tenaga terlebih dahulu dengan beristirahat sebelum perjalanan pulang yang tentunya sangat berat.

 

Indomaret dekat Kampus unsri yang kami jadikan tempat beristirahat dan juga berdiskusi dengan tema BAGAIMANA KITA PULANG, banyak sekali pilihan yang ada pada saat itu yakni, naik kereta, naik bis, dan minta jemput, hahahahah pilihan tersebut keluar karena safran yang tidak percaya bisa pulang dengan cara menggowes sepedanya kurang lebih 40 Km lagi. Namun setelah diberi injury time atau tambahan waktu istirahat satu jam lagi akhirnya dia mau pulang dengan cara yang sangat jantan.

Kami berangkat perjalanan pulang jam 1 siang, dan entah berapa banyak pit stop yang kami lakukan untuk sekedar membeli minuman dingin Teh Pucuk Harum yang pada saat itu menjadi minuman favorit kami, ataupun juga hanya untuk berfoto.

Tidak hanya bersepeda ke kampus unsri inderalaya saja keingininan saya yang terkabul namun keinginan saya untuk berenang di jembatan sungai bening pun bisa di wujudkan. Lumayan bisa mendinginkan sejenak badan yang dari tadi terkena sengatan matahari yang sangat panas.

Kalau saya dan ucup masih bersemangat untuk menikmati perjalanan pulang sambil berfoto-foto, lain halnya dengan safran yang mungkin pada saat itu sudah hampir sampai di tingkat terendah orang kepayahan, mungkin kalau bisa disamakan orang sakit dia sudah masuk ruang gawat darurat. Itu bisa dilihat sewaktu kami melewati jembatan baru yang belum boleh dilewati oleh kendaraan bermotor namun tidak untuk sepeda.

Karena melihat safran yang sudah hampir tewas, kami berhenti kembali untuk menikmati kelapa muda sambil bisa beristirahat sejenak. Pada saat itu saya mengira ini adalah pit stop kami terakhir.

Namun ternyata tempat menikmati dogan di musi 2 tersebut bukanlah tempat pit stop terakhir kami melainkan di demang lebar daun, karena safran sudah tidak sanggup lagi untuk menggowes karena kakinya sudah mati, maksudnya kram kaki!

Walaupun dengan banyak kendala atau apapun itu, tour de layo ini berjalan sukses dengan statistik sebagai berikut!

  • Total perjalanan 11 jam
    3,5 jam perjalanan pergi
    1,5 jam eksplore kampus unsri inderalaya
    6 jam perjalanan pulang
  • Terhitung ada kurang lebih 12 pit stop yang kami lakukan
  • Ada sekitar 200 foto yang di dapat dari tour de layo ini
  • Sekitar satu jam durasi video yang terekam dari tour de layo.

Misi gila ini juga berakibat banyak bagi kami, yakni

  • Pantat pegal terasa terbakar
  • muka menghitam karena terbakar
  • Kram kaki (only safran)
  • Pegal-pegal diseluruh badan.

Thanks to Ucup dan Safran, dan maaf sekali videonya nanti menyusul karna belom di edit dan di upload si youtube!

SocialTwist Tell-a-Friend

2 Responses to “Misi Gila Bersepeda 80 Km!”

Leave a Reply